Cuma sekedar coretan-coretan sederhana yang bisa membuat bulu ketek anda merinding, jantung anda berdetak kencang sekencang tali kut*ng, bibir anda tersenyum lebar selebar daun kelor, tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan dah*k, ketakutan sehingga bisa-bisa anda mati berdiri dengan pose ala Michael Jackson, menangis terharu tersedu-sedu lalu setelahnya anda akan bersenandung doo-bee-doo-cuap ala Gita Gutawa....
Apapun yang terjadi, LETZ JUST SMILE LIKE THE DEVILS DO :)
Dorama yang bisa bikin ngakak dan geregetan, temanya tentang Music, persahabatan, dan Cinta. Menceritakan tentang Nodame (ueno Juri) seorang gadis lugu, berantakan, jorok, tinggal disebuah apartemen yang kini telah berubah menjadi tempat sampah, lalat dan kotoran berkumpul. Kamar Nodame bersebelahan dengan seorang pria bernama Chiaki yang populer disekolahnya, perfectsionis, rapi, bersih dan agak serius. Mereka berdua satu sekolah di sekolah Music ternama di Jepang, dan mereka dipertemukan secara tidak sengaja ketika Chiaki mabuk dan tertidur diteras luar kamar apartemen Nodame, dan Nodame membawa masuk Chiaki kedalam kamar "sampah"nya. Dan begitu terbangun, terkejutlah Chiaki, dirinya yang sangat perfectsionis dan suka kebersihan, melihat keadaan kamar Nodame yang berantakan, akhirnya tergerak untuk membersihkan kamar Nodame (yang setelah bersih akan kotor kembali dalam waktu 3 hari), dan ternyata, dibalik tingkah konyol dan mengganggu Nodame, dia sebenarnya adalah pemain piano yang sangat handal, lucu deh kalo liat ekspresinya kalo lagi maen piano!! hehehehehe..... ini ada salah satu lagu yang dinyanyikan sendiri ama Ueno Juri alias Nodame yang dari lyricnya saja bisa bikin kita ngakak. Hehehehe...
ONARA TAISOU BY: UENO JURI
Minna atsumare! 皆 集まれ Onara taisou no jikan da yo! おなら体操の時間だよ Onara Taisou Ou~~! おなら体操 おー San hai さん はい
genki ni dasou ii oto dasou 元気に出そう いい音出そう DO RE MI FA PU PU PU wa~ ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん ookiku tatte chiisaku tatte 大きくたって 小さくたって douse onaji onara damon どうせ同じおならだもん te~ wa koshi ni saa ikuzo 手は腰にさあ 行くぞ hei hei pu~ へーへーぶー
minna de dasou waratte dasou 皆で出そう 笑って出そう DO RE MI FA PU PU PU wa~ ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん tousan datte kaasan datte 父さんだって 母さんだって minna onaji onara damon 皆同じおならだもん so~ra takaku saa ikuzo 空高く さぁ 行くぞ hei hei pu~ へーへーぶー
nandaka dasou mou sugu dasou 何だか出そう もうすぐ出そう DO RE MI FA PU PU PU wa~ ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん genki na onara kawaii onara 元気なおなら 可愛いおなら kondo wa donna no derun darou 今度はどんなの出るんだろう
so~re minna de saa ikuzo それ皆でさぁ行くぞ hei hei pu~ (detaa) へーへーぶー 出た
Translation:
Everyone gather here! It’s time for fart exercise fart exercise! Ooh! Get ready
Let’s emit a good sound, energetically emitted. Do re mi fa PU PU PU, Waah~ No matter is a big one, or a small one, They are all the same fart anyway Let’s put your hand on the waist and here it comes, Hey Hey PUU~.
Let’s emit together with smile on your face, Do re mi fa PU PU PU, Waah~ No matter is father’s or mother’s, they are all the same fart anyway. In sky high and here it comes, Hey Hey PUU~.
what will come out? It’s going to out soon. Do re mi fa PU PU PU, Waah~ a healthy fart? or a cute one but what kind of fart will emit this time? So everyone get ready Het Hey PU~~~~ Finally it’s out!
Dorama yang mantab sekali, kisah percintaan, persahabatan, ada kisah cinta sesama jenis-nya juga!! wahahaha.... kudu nonton dech....
PRISONER OF LOVE BY: UTADA HIKARU
I'm a prisoner of love Prisoner of love Just a prisoner of love I'm just a prisoner of love A prisoner of love
Heiki na kao de uso wo tsuite Waratte iyake ga sashite Raku bakari shiyou to shite ita
Naimononedari BURU-SU Mina yasuragi wo motomete iru Michitariteru noni ubaiau Ai no kage wo otte iru
Taikutsu na mainichi ga kyuu ni kagayakidashita Anata ga arawareta ano hi kara Kodoku demo tsurakutemo heiki da to omoeta I'm just a prisoner of love Just a prisoner of love
Prisoner of love Prisoner of love I'm a prisoner of love
Yameru toki mo sukoyaka naru toki mo Arashi no hi mo hare no hi mo tomo ni ayumou
I'm gonna tell you the truth Hitoshirezu tsurai michi wo erabu Watashi wo ouen shite kureru Anata dake wo tomo to yobu
Tsuyogari ya yokubari ga muimi ni narimashita Anata ni ai sareta ano hi kara Jiyuu demo yoyuu demo hitori ja munashii wa I'm just a prisoner of love Just a prisoner of love
Oh mou sukoshi da yo Don't you give up Oh misutenai zettai ni
Zankoku na genjitsu ga futari wo hikisakeba Yori issou tsuyoku hikareau Ikura demo ikura demo ganbareru ki ga shita I'm just a prisoner of love Just a prisoner of love
Arifureta nichijou ga kyuu ni kagayakidashita Kokoro wo ubawareta ano hi kara Kodoku demo tsurakutemo heiki da to omoeta I'm just a prisoner of love Just a prisoner of love
I'm a prisoner of love Prisoner of love Prisoner of love I'm just a prisoner of love I'm a prisoner of love
Stay with me, stay with me My baby, say you love me Stay with me, stay with me Hitori ni sasenai
Satu lagi dorama Jepang yang unik dan dikemas dengan kemasan yang bagus sekali, walaupun bertema percintaan, tapi dorama ini tidak menampilkan adegan menye-menye mirip sinetron-sinetron Indonesia. Kehebatan dorama-dorama Jepang adalah, walaupun tema utamanya tentang CINTA, tapi didalamnya kental sekali nuansa persahabatan dan tentunya pesan moral yang ajiib banget!!. Sinopsis dorama ini cari sendiri aja ya, saya mau share OST-nya saja... hehehehehe....
KUWATA KEISUKE-ASHITA HARERU KANA
Atsui namida ya koi no sakebi mo Kagayakeru hi wa doko e kieta no Asu mo ate na kimichi wo samayou nara Kore ijou moto ni wa modorenai Mimi wo samaseba kokoro na koe wa Boku ni nani wo katarikakeru daro Ima mayou nareta machi no katasumi ite Ano koro no sora wo omou tabi ni
Kami yori tamaeshi kodo ka ya trouble Nakitai toki wa naki na yo Kore ga sadame deshou ka Akirameyou ka Kisetsu wa meguru mahou no you ni
Oh baby no maybe Ai nakashite jou mo nai Nageku you na furi Yono naka no sei ni suru dake Oh baby you're maybe Ai nakashite raku wa nai Shiawase no feeling Dakishimete one more time
Arishi hi no omore wo ai suru tame ni Omoide wa utsukushiku aru no sa Tooi kako yori mada minna jinsei wa Yume hitotsu kanaeru tame ni aru
Kiseki no doa wo akeru no wa dare Hokoemi wo mou ichido dake Kimi wa kizuku deshou ka Sono kagi wa mou Kimi no tenokira no ue ni
Why baby oh tell me Ai nakashite zou mo nai Mite minai you na furi Sono mi wo mamoru tame Oh baby you're maybe Mou suoshi no shoubu janai Kujikesou no feeling Norikoete one more chance
I talk to myself Oh baby no maybe Ai nakashite jou mo nai Nageku you na furi Nokora no wa koukai dake Oh baby smile baby Sono inochi wa towa janai Dare mo ga hitori hitori mune no Naka de sotto sasyaiteru yo Ashita hareru ka na Haruka sora no shita
Salah satu dorama jepang favorite saya nih.... jujur, pertama kali saya mulai menyukai dorama-dorama Jepang, karena saya nonton ni Dorama. Kebetulan saya penikmat pelem-pelem bertema Humanis, termasuk dorama menyentuh ini. Jadul sih, tapi sampai saat ini saya masih tetap menyukai dorama ini, begitu juga dengan soundtrack-soubdtracknya yang ajiiibb banget....
ONLY HUMAN BY: K
Kanashimi no mukou kishi ni Hohoemi ga aru toiu yo
Kanashimi no mukou kishi ni Hohoemi ga aru to iu yo Tadori tsuku sono saki ni wa Nani ga bokura wo matteru?
Nigeru tame ja naku yume ou tame ni Tabi ni deta hazusa tooi natsu no ano hi
Ashita sae mieta nara tame iki mo nai kedo Nagare ni sakarau fune no you ni Ima wa mae he susume
Kurushimi no tsukita basho ni Shiawase ga matsu toiu yo Boku wa mada sagashite iru Kisetsu hazure no himawari
Kobushi nigirishime asahi wo mateba Akai tsume ato ni namida kirari ochiru
Kodoku ni mo nareta nara Tsuki akari tayori ni Hane naki tsubasa de tobi tatou Motto mae he susume
Amagumo ga kireta nara Nureta michi kagayaku Yami dake ga oshiete kureru Tsuyoi tsuyoi hikari Tsuyoku mae he susume
Jenis: Romantic Comedy Sutradara: Benni Setiawan Pemain: Reza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachsin Produksi: Mizan Production
Berniat nonton film ini karena ada nama MIZAN didalamnya. Saya percaya Mizan Production tidak akan asal dalam membuat film, beberapa film yang pernah diproduksinya pun selalu layak untuk diapresiasi.
Tanggal 1 juli kemarin adalah premiere dari film ini. Sayang sekali, mungkin karena premiere film ini bertepatan dengan premiere-nya film Hollywood yang juga sudah dinanti-nanti penggemarnya di seluruh dunia, ECLIPSE (Twilight Saga), sehingga orang-orang lebih tertarik untuk menonton film yang menceritakan tentang kisah cinta antar Vampire-Manusia-Werewolf dibanding menonton film yang menceritakan kisah cinta antar dua orang lawan jenis yang berbeda agama, which is kisah ini lebih real dan lebih sering kita dengar dan lihat disekitar kehidupan kita.
Oke, langsung saja menuju sinopsisnya:
Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang pria muda bernama Rosyid seorang muslim idealis yang sangat terobsesi menjadi seorang seniman terkenal seperti WS. Rendra. Sebagai pemuda muslim dan putra dari sepasang suami-istri Muslim yang terhormat, Rosyid berpenampilan cukup nyeleneh, celana jeans sobek, kaos oblong dekil, dan yang paling parah adalah rambut kribo-nya yang segede gaban. Sementara tradisi turun temurun dari nenek moyang keluarganya adalah setiap anak laki-laki harus berpakaian rapih memakai baju koko, dan yang paling penting harus memakai PECI. Sedangkan rambut Rosyid yang super jumbo itu membuat Rosyid kesulitan untuk menggunakan Peci, dan tentu saja Abahnya sangat marah saat Rosyid menolak untuk menggunakan Peci dan juga menolak keras untuk memotong rambut kesayangannya itu. Itulah yang kemudian menjadi alasan kenapa Rosyid dan Abah-nya jarang sekali akur. Setiap hari yang menjadi rutinitasnya dirumah hanyalah beradu-mulut dengan abah-nya. Untunglah selalu ada sang Umi yang selalu dapat menjadi penengah yang bijak dan lemah lembut. Dibalik ke-tidak-akuran antar Rosyid dan Abah-nya itu sebenarnya ada rasa cinta tiada tara seorang Abah kepada putra-nya Rosyid, begitu pun Rosyid, dia sangat mencintai Abah-nya dari lubuk hati yang paling dalam, hanya saja gengsi besar dari kedua-nya menjadi penghalang besar bagi mereka untuk mengutarakan rasa sayang dan cinta pada masing-masing.
Ke-piawaian Rosyid dalam membuat dan membaca puisi membuat seorang gadis manis kepincut, namanya adalah Delia, seorang gadis Katholik yang akhirnya berhasil mendapatkan cinta seorang Rosyid. Mereka berdua tidak pernah merasa Agama adalah penghalang bagi cinta mereka. Tapi orang-tua mana yang akan setuju jika putri atau putra kesayangannya menjalin hubungan dengan seorang yang berbeda keyakinan. Hal itulah yang kemudian menjadi alasan kenapa Rosyid dan Delia merahasiakan hubungan cinta mereka pada orangtua mereka masing-masing.
Namun sebaik-baiknya kita menyembunyikan sesuatu, pada akhirnya pasti akan terungkap juga. Begitu pun dengan kisah cinta Rosyid dan Delia ini, setelah diketahui kedua orangtuanya masing-masing, cobaan bagi percintaan mereka datang bertubi-tubi. Orangtua mereka menentang habis-habisan hubungan ini. Dan hubungan Rosyid dan Delia pun semakin sulit saja, padahal keduanya sangat mencintai satu sama lain dan tidak mampu jika harus berpisah. Hubungan Rosyid dan Delia terus berlanjut meskipun tidak direstui orangtua mereka, bahkan Delia hingga menolak tawaran orangtuanya untuk berkuliah di luar negeri. Dan Rosyid, setiap hari hanya mendengar celotehan dari Abahnya yang uring-uringan karena masalah ini. Hingga akhirnya muncul ide cemerlang dari sang Abah untuk memisahkan Rosyid dengan Delia, yaitu dengan menjodohkan Rosyid dengan putri sahabatnya.
Nabila, gadis cantik berjilbab yang akan dijodohkan dengan Rosyid ternyata sudah lama menyimpan perasaan kagum terhadap Rosyid, sang penyair kribo. Dalam hatinya ia berkata tak akan menolak lamaran Rosyid kepadanya, jauh sebelum perjodohan ini, Nabila sudah menyimpan perasaan pada Rosyid. Perjodohan ini membuat Rosyid kebingungan setengah mati, disatu sisi, ia sangat mencintai Delia, namun disisi lain, ia akan sangat merasa bersalah jika harus mencampakan Nabila begitu saja, karena Nabila sudah menerima perjodohan ini. Sebenarnya Rosyid bukan tidak menyukai Nabila, hanya laki-laki bodoh yang menolak Nabila mentah-mentah. Nabila cantik, baik hati, lemah lembut, dan berjilbab. Tapi dari lubuk hatinya yang terdalam, Rosyid masih sangat mencintai Delia, seorang gadis Katholik yang ke-imanan-nya mulai sedikit luntur akibat masalah ini. Dan masalah pun semakin menjadi saat tiba-tiba Rosyid memutuskan untuk menolak Nabila. Abah-nya sangat kecewa dan marah sekali, hingga akhirnya Rosyid diusir dari rumah. Sang Umi sangat bersedih, dengan berat hati ia pun akhirnya melepaskan putra-nya pergi dari rumah.
Lalu bagaimanakah nasib Rosyid, Delia dan Nabila?? siapakah akhirnya yang menjadi wanita pilihan Rosyid?? akankah ia memotong rambut kribo-nya dan kembali ke-rumah sang Abah tercinta?? nasib kita siapa yang tahu bukan... hehehe..
Pada dasarnya, ini memang film bergenre komedi-romantis, namun kita juga merasakan sisi drama-nya juga. Hmm... saya baru tahu kalau film ini diangkat dari Novel Da Peci Code dan Rosid & Della (sebuah buku yang sempat lama sekali saya pandangi beberapa tahun silam di Gramedia), tapi belum pernah saya baca novel-nya.
Oke, mengenai film ini, saya hanya bisa bilang bahwa ini film bukan sembarang film Romantis yang dibuat secara menye-menye dan termehek-mehek, ini film yang digarap dengan pesan yang ngena banget didalamnya. Karena saya belum pernah membaca novelnya, saya selalu salah tebak setiap akan menebak alur cerita di film ini. Film ini berhasil menyuguhkan sebuah film per-cintaan yang tidak terlalu romantis tapi masih bisa kerasa feel-nya. Unsur komedi-nya sangat-sangat fresh sekali, natural dan ga dibuat-buat, ini yang saya sebut komedi khas Indonesia, yang sering kita lihat dikehidupan sehari-hari, bukan seperti komedi kebanyakan yang lebih "ke-Hollywood-an". Komedi-nya berhasil membuat kita geli dibuat tertawa, Kisah Cinta-nya sepertinya tidak terlalu luar biasa (good Point buat saya), intinya, film ini sangat menghibur.
Rasanya kisah cinta antara Rosyid-Delia-Nabila di film ini bukanlah porsi utama yang ingin disajikan difilm ini, justru yang terlihat lebih banyak porsi-nya adalah hubungan antar Rosyid dan sang Abah, dan itu menjadi point yang bagus untuk film ini. Entahlah, kisah yang memuat hubungan antar ayah-anak selalu berhasil membuat saya terharu hingga hampir menitikan airmata, seperti kisah hubungan Ikal dan sang ayah difilm SANG PEMIMPI yang berhasil membuat saya meneteskan airmata walau hanya 2-3 tetes saja. hehehe... Dan justru inilah kelebihan film ini, walaupun tema-nya adalah kisah cinta antar seorang pria dan wanita yang berbeda keyakinan, namun tidak melulu harus menceritakan tentang hubungan percintaan yang ala sinetron dengan adegan sayang-sayangan, mesra-mesraan, dan tangis-tangisan yang bombai banget.
Salah satu adegan yang berhasil membuat saya terharu adalah saat sang Abah menyatakan perasaan sayang-nya kepada Rosyid dan Rosyid-pun dengan berkaca-kaca menyatakan bahwa ia juga sayang kepada Abah-nya itu. Kadang rasa sayang itu tidak perlu diungkapkan dari bibir kita.
Satu kekurangan di film ini adalah Cinematografi-nya. Maaf sekali, saya harus mengatakan ini, saya seperti menonton Sinetron yang cerita-nya bagus tapi ditayangkan di layar lebar. Terlalu banyak close-up, dan minim sekali long-shot nya. Seharusnya film ini bisa lebih kelihatan Art-of-view nya, tapi sayang, setting tempat yang menurut saya sangat bagus apabila di long-shot, malah diambil secara close-up. Ada satu scene disaat Rosyid membacakan puisi untuk Umi-nya, dimana sang Umi duduk dikursi sementara Rosyid berdiri mengelilingi sang Umi lalu memeluknya dari belakang, itu akan sangat indah kalau di long-shot, tapi ini malah di close-up sehingga saya melihat kepala sang Umi sempat terlihat terpotong sebagian saat Rosyid memeluknya dari belakang. Tapi selebihnya, film ini bagus sekali, layak untuk ditonton semua orang, bahkan oleh keluarga, karena film ini aman dan sehat untuk ditonton semua usia. O iya satu lagi, puisi-puisinya WS. Rendra mantap banget! apalagi di scene awal saat Rosyid membacakan Puisi, sangat merinding sekali, walaupun di film-nya Rosyid malah disorakin penonton, tapi menurut saya scene Rosyid membaca Puisi di panggung itu sangat keren.... hehehehe...
Nonton nyooookkkkk.....!!!! :P Insya Allah temen-temen saya juga mau pada ngajak nobar ECLIPSE, tapi sebelumnya mau saya pengaruhi dulu otak-nya biar nonton film ini dulu. Hehehehe...
Jenis Film : Drama keluarga Produser : Ari Sihasale Produksi : Alenia Pictures Pemain : Alexandra Gottardo, Asrul Dahlan, Griffit Patricia, Yahuda Rumbindi, Lukman Sardi, Ari Sihasale, Robby Tumewu, Thessa Kaunang Sutradara : Ari Sihasale Penulis : Armantono Ilustrasi musik : Aksan Sjuman dan Titi Sjuman Durasi : 90 menit
Sebenarnya saya menonton film ini saat pertama premiere yang lalu, tapi baru ada mood untuk membuat sedikit resensi tentang film ini.
Setelah menonton film DENIAS dan KING beberapa tahun yang lalu, entah kenapa saya mulai mengagumi sosok Ari Sihasale sebagai seorang sutradara muda baru yang menurut saya punya kualitas yang mengejutkan. Dua film itu (Denias dan King), merupakan karyanya yang digarap secara jujur dan penuh perasaan, Ari Sihasale berhasil membuat film untuk anak-anak yang disajikan penuh dengan kesederhanaan namun sangat luar biasa pengaruhnya bagi orang yang menonton. Saya sempat dibuat meneteskan air mata saat menyaksikan perjuangan seorang Denias yang ingin sekali dapat bersekolah di tempat yang lebih layak, saya pun kemudian dibuat terkagum-kagum melihat sosok seorang ayah yang sangat mencintai anaknya di film King. Sungguh, setelah saya terpuaskan oleh kedua film itu, saya kemudian mulai berani mengambil kesimpulan bahwa Ari Sihasale sangat layak untuk saya sebut sebagai sineas muda yang sangat berbakat, dan sejak itu, saya berjanji pada diri saya sendiri, untuk terus mengikuti perkembangan film yang akan digarap oleh beliau di bawah naungan Alinea Pictures. Saya akan selalu siap menanti dan menyaksikan film-film apa lagi yang akan digarap mereka.
Begitu pun saat saya mengetahui bahwa akan ada film baru berjudul TANAH AIR BETA yang digarap oleh Alinea Pictures. Dan saat premiere pertamanya, saya menyempatkan diri untuk menonton film ini. Berikut sinopsisnya:
Film ini menceritakan tentang Mauro (Marcel Raymond) seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang harus terpisahkan dengan Ibu-nya Tatiana (Alexandra Gottardo) dan juga adik perempuannya yang baru berumur sepuluh tahun, Merry (Griffit Patricia), akibat Peristiwa revolusi kemerdekaan tanah Timor Timur atau yang lebih dikenal sebagai Timor Leste yang sekarang resmi memisahkan diri dari Indonesia.
Saat peristiwa itu, Mauro terpisahkan dari Ibu dan adiknya dan terpaksa tinggal bersama pamannya di perbatasan. Sementara Tatiana dan putrinya Merry lebih memilih tinggal di negeri tercintanya Indonesia.
Film ini kemudian bercerita mengenai perjuangan sang Ibu, Tatiana untuk mencari putra satu-satunya Mauro ke perbatasan. Namun hasilnya selalu nihil. Merry yang sangat mencintai kakak laki-lakinya itu pun sangat berharap agar ia segera dipertemukan dengan kakak tercintanya, Mauro. Namun setelah pencarian yang selalu tidak membuahkan hasil itu, akhirnya Tatiana harus rela berbohong pada Merry bahwa kakaknya baik-baik saja dan akan segera kembali suatu saat nanti.
Disini dikisahkan juga seorang anak laki-laki bernama Carlo (Yehuda Rumbini), yang terkenal sangat nakal dan sering sekali mengganggu Merry. Namun dibalik kenakalannya itu, ternyata nasib Carlo tidak kalah menyedihkan dari Merry. Ia kehilangan kedua orangtuanya, dan kini ia tidak punya siapa-siapa lagi selain bapak angkatnya sekarang (saya lupa namanya, hehe). Merry selalu dibuat kesal oleh Carlo, dan tiap kali ia dibuat kesal oleh Carlo, maka Merry akan selalu bilang pada Carlo bahwa sebentar lagi kakaknya Mauro akan datang dan Carlo tidak akan berani lagi mengganggunya. Hingga suatu saat, Carlo merebut sebuah harmonika milik Merry dan tidak sengaja menjatuhkannya ke sungai. Merasa bersalah, akhirnya Carlo berjuang untuk membeli sebuah harmonika baru untuk Merry. Sementara itu, Merry makin bersedih kala diam-diam dia mengetahui bahwa selama ini Ibunya berbohong mengenai rencana kepulangan kakaknya Mauro. itu membuat Merry semakin bersikeras untuk dapat bertemu dengan kakaknya, dan ia pun memutuskan untuk pergi sendirian ke perbatasan untuk mencari kakaknya Mauro. Bayangkan saja, untuk mencapai ke perbatasan, dengan menggunakan sepeda motor saja membutuhkan waktu 8 jam, sementara karena kekurangan ongkos, Merry terpaksa berhenti ditengah perjalanan dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Carlo yang kemudian mengetahui kalau Merry pergi dari rumah dan hendak menuju ke perbatasan, akhirnya ditugaskan oleh sang ayah angkat untuk menyusul Merry yang mungkin masih belum terlalu jauh. Dan bertemulah Carlo dengan Merry, namun niat Merry untuk terus menuju ke perbatasan akhirnya membuat Carlo merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk membantu Merry mencapai perbatasan. Lalu apakah hubungan kedua anak yang sering bertikai ini akan menjadi baik? apakah Merry berhasil bertemu dengan kakaknya Mauro?? tonton sendiri yaa.... heheh...
Filmnya menurut saya cukup bagus, ceritanya sederhana namun sangat bermakna. Oke, mungkin diawal cerita film ini agak sedikit keteteran, sepertinya awal cerita hanya dibuat untuk memperpanjang durasi film yang mungkin kalau ditiadakan maka akan menjadi film dengan durasi terpendek sepanjang masa. hehehe.
Menurut saya, scene-scene awal difilm ini terasa hambar sekali, khususnya dibagian komedinya, yang menurut saya sangat mudah ketebak dan berjalan lambat sekali, sehingga unsur komedinya terkesan hambar dan garing. Namun kemudian cerita mulai sedikit teratur kembali, walaupun saya sempat dibuat ngantuk sedikit karena alur yang lambat dan terkesan membosankan. Tapi untungnya itu hanya berlangsung sebentar saja, karena setelahnya saya lalu disuguhkan dengan alur cerita yang mulai mengalir dengan enak. Ada scene yang berhasil membuat saya sedikit terharu adalah saat datang kabar untuk Carlo yang mengabarkan bahwa Ibu-nya sudah meninggal dunia. Atau saat Tatiana sedang mengajar dikelas kecil dengan alat seadanya, kemudian Tatiana mulai bertanya satu-satu pada murid-muridnya termasuk putrinya sendiri Merry tentang cita-cita jika sudah besar nanti. Ada yang menjawab ingin menjadi petani, presiden, dokter, dsb. Namun saat tiba giliran Carlo yang ditanya, jawabannya sungguh memilukan.
"Carlo... apa kau punya cita-cita kalau su besar nanti??"
Carlo terdiam sejenak kemudian menjawab:
"Saya tidak punya cita-cita Ibu..." "Ada, tapi cita-cita saya berbeda.." "Saya punya cita-cita hanya ingin berkumpul dengan Mama dan papa..."
Mendengar jawaban Carlo yang sedrhana itu benar-benar membuat saya merinding. Dan sejak saat itu, tokoh favorit saya di film ini adalah anak nakal bernama Carlo!!!. haha...
Mengenai keseluruhan film ini, menurut saya cukup bagus tapi tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan kedua film sebelumnya, Denias dan King. Enatahlah, mungkin karena tidak ada konflik yang signifikan yang diangkat film ini, dan juga ending dari film ini yang terasa sangat cepat dan biasa saja, sehingga begitu film ini berakhhir, maka kita akan berkata dalam hati: "Oh.. udah aja ya??". Mengenai cinematografi dan scoring, seperti biasanya, sangat memukau. Sudah tidak perlu diomongin lagi kalau masalah cinematografinya. Scoring-nya pun mantap, walaupun belum berhasil membuat saya mengharu biru (kecuali dipart lagu Tanah Air Beta). Untuk akting, saya gag bisa berkomentar banyak, tapi saya mengacungkan 5 jempol saya untuk anak yang memerankan Carlo, he's the best!!! bahkan, pemeran anak wanitanya malah terlihat sangat jeglek aktingnya kalau dibandingkan dengan akting Carlo. Lukman Sardi, Thessa Kaunang dsb juga ga begitu memukau, mungkin karena mereka hanya sebagai pemeran pendukung aja kali ya?.
Tapi film ini tetap layak untuk ditonton, sangat layak malah. Film ini tetap tidak membuat point saya turun terhadap karya Alinea Pictures selanjutnya, saya tetap menanti karya selanjutnya. Ayooook... nonton yooook...... :)
Well, awal gue tertarik buat nonton film ini adalah karena melihat POSTER kerennya. Dari POSTER nya gue bisa mengasumsikan bahwa film ini akan sehebat Vertical Limit, yang menceritakan tentang pendakian yang menegangkan. Jujur, sebelum nonton film ini, gue sengaja tidak mencari tahu semua hal mengenai sinopsis atau resensi film ini, yeah gue cuma pengen rasa penasaran gue dibayar setelah gue menonton film ini.
Oke about the synopsis, tapi ini agak SPOILER ya, jadi bagi yang ga mau semua cerita di film ini terungkap disini, mending cuci tangan, cuci kaki, sikat gigi, terus bobok deh... :)
Cerita dimulai saat 5 orang sahabat berencana untuk bersenang-senang dengan cara merencanakan sebuah pendakian ke-gunung di Croatia. Mereka adalah: Fred, Karine (pacarnya Fred), Loïc dan pacarnya Chloe, dan juga Guillaume yang ternyata sudah lama menyimpan perasaan cinta terhadap Chloe.
Saat mereka sampai ditempat tujuan, tiba-tiba saja Fred yang mana adalah pemimpin pendakian tersebut melihat tanda peringatan "Tidak boleh mendaki ke jalur ini", malah nekat mengajak ke-empat sahabatnya itu untuk mendaki di jalur terlarang itu. Karena Fred yakin jalur itu masih bisa dilalui, maka mereka pun setuju untuk mendaki ke jalur terlarang itu.
Pendakian pertama berjalan lancar, walaupun Loic sedikit memperlambat pergerakan mereka karena ke-Phobia-annya terhadap ketinggian (begok! udah tau takut ketinggian, malah nekad ikut!). Namun Loic selalu mendapat dukungan dari ke-empat sahabatnya itu, terutama dari kekasihnya Chloe yang ternyata adalah seorang Dokter.
Ketegangan mulai muncul saat mereka menemukan sebuah jembatan panjang yang menghubungkan satu tebing ke tebing lainnya. Fred dan Guillaume memimpin pertama kali untuk menyebrangi jembatan maut itu, dan berhasil. Kemudian disusul oleh Chloe yang juga berhasil sampai ke sebrang tebing, dan dibelakang Chloe, si pengecut Loic masih berada ditengah jembatan dan parahnya, penyakit phobia-nya tiba-tiba kambuh ditengah penebrangannya. Teman-temannya sudah menyemangati, namun Loic masih terdiam ditengah dengan lutut bergetar. Namun setelah Chloe memberikan semangat dan dorongan, akhirnya Loic berhasil menyebrang. Tersisalah Karine dibelakang, yang kemudian segera menyebrang menuju tebing dimana teman-temannya berada. Namun, tiba-tiba saja ditengah jembatan, Fred dan kawan-kawannya yang lain menyadari kalau jembatan itu tidak akan lama menahan Karine, karena jembatan itu sudah goyang, rapuh, dan hampir putus. Maka karena tidak ada pilihan lain, Karine pun dengan cepat bergegas menyebrang, namun sial, jembatan itu akhirnya putus dan ambruk ke bawah jurang, sementara Karine masih bergelantungan di salah satu tali penyangga. But, what a lucky girl! Karine selamat!.
Jembatan itu adalah satu-satunya jalan menuju pulang, namun karena tidak ada pilihan lain, maka Fred mengusulkan agar mereka mendaki dulu ke-atas tebing dan menyusun rencana di atas sana. Mereka kembali sial, jalur yang mereka lewati ternyata putus ditengah jalan, sehingga mereka mau tidak mau harus mendaki ke-atas tanpa bantuan jalur yang sudah tersedia. Dan ini membuat (lagi-lagi) Loic ketakutan setengah mati. Akhirnya, Fred dan kekasihnya Karine memutuskan untuk mendaki lebih dulu ke-atas dan akan membantu ke-tiga temannya dari atas. Namun sial, saat Fred dan Karine sudah sampai diatas tebing, tiba-tiba saja kaki Fred menginjak sebuah perangkap yang biasa digunakan untuk menjerat hewan. Anehnya, siapa yang memasang perangkap diatas tebing terpencil dan terlarang itu? apakah ada orang lain selain mereka?.
Karine cemas, dan bergegas menuju teman-temannya yang masih tersisa dibawah. Saat semua orang sudah sampai diatas tebing, mereka kehilangan jejak Fred. Fred menghilang dari tempat ia terjerat perangkap tadi. Dan, disinilah ketegangan demi ketegangan terjadi, satu-persatu teman-teman mereka hilang dan kemudian ditemukan dalam keadaan mati dengan kepala terpenggal. Makhluk apakah yang memburu mereka diatas tebing itu??
u have to watch this film!! not bad, its totally awesome dan lumayan bikin jantung lo deg-deg-an setengah mati. Ga terlalu banyak darah sich, bahkan hampir tidak ada adegan sadis seperti pemenggalan-pemenggalan kepala, mencongkel mata keluar, menyayat kulit hingga terlihat urat-urat tubuh, ahhh.... semua yang kuharapkan itu tidak muncul di film ini!!!
tapi..... film ini justru kelebihannya bukan dari adegan-adegan sadisnya, melainkan dari suasananya yang mampu bikin kita merasakan ketegangan, khususnya diadegan-adegan pendakian dan ketololan si Loic yang bikin gue geregetan sepanjang film. Begok banget tuh orang!!. Untuk ukuran film Prancis, film ini layak untuk ditonton, walaupun sebenernya masih kalah seru dibanding RUMAH DARA which is itu film buatan orang lokal kita!!! yiipppey!!! :)